Menemani
anak bermain juga merupakan sarana bagi orang tua untuk membangun kedekatan
dengan anaknya. Lewat permainan yang menghibur terciptalah keceriaan dan tawa
riang lepas baik dari anak maupun dari orang tua sendiri. Anak merasa terhibur
karena ayah bundanya mau menemani bermain dan orang tua merasa terhibur karena
bisa tertawa lepas menyaksikan kelucuan dan keriangan tingkah anak ketika
bermain. Maka terciptalah simbiosis
mutualisme yang pada akhirnya akan semakin merekatkan ikatan hati antara
orang tua dengan anak.
Permainan
bisa menjadi jembatan ketika terjadi gap antara orang tua dengan anak. Daripada
gontok-gontokan dengan anak lebih baik kita menenangkan hati dengan mengajaknya
bermain. Pilihlah permainan yang disesuaikan dengan umur dan juga minat anak
tentunya. Bahkan hanya dengan mengajak anak bercanda saja itu sudah termasuk
permainan yang bisa mencairkan suasana beku yang sering kali terjadi antara
orang tua dengan anaknya.
Ternyata
bermain dengan anak-anak juga sangat dibutuhkan loh oleh ayah bunda. Cara
termudah yang bisa ayah bunda lakukan untuk mengatasi stres sepulang kerja
adalah dengan cara bercanda dan bermain dengan anak. Melihat tingkah pola anak
dan keriangan saat bermain menjadi oase tersendiri yang menyejukan gersangnya
kepenatan ayah bunda setelah melewati aktifitas sehari-hari.
So
masihkan ayah bunda gengsi untuk bermain dengan anak?jika Rasulullah saja
sebagai teladan umat manusia tidak pernah gengsi untuk bermain dan bercanda
dengan anak-anak, lalu apalah kita?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
"Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar"